Kini Ada Lorong Bambu di Ekowisata Mangrove Wonorejo PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Minggu, 25 Februari 2018 15:30

Surabayakita.com - Sejak seminggu lalu ada yang berbeda di kawasan Mangrove Information Center (MIC) Wonorejo, Surabaya Timur. Nampak para pekerja kini tengah merampungkan pemasangan lorong bambu yang akan menambah kesan unik di kawasan ekowisata itu.

Sebanyak  lima orang pekerja  memasang dan merapikan bambu setinggi 2,5 meter itu. Lonjor bambu Jawa yang didatangkan dari kawasan Mojokerto itu ditata sedimikian rupa dan saling terkait satu dengan lainnya.

Untuk menambah kesan natural, pengait bambu bambu itu sengaja menggunakan ijuk. Namun meski hanya dikaitkan dengan ijuk, dijamin lorong bambu ini mampu menahan angin yang datang, sebab setiap ujung sambungan antar bambu sudah diikat kuat dengan ijuk.

"Lorong bambu ini kami buat dengan panjang 10 meteran. Tinggi bambu 2,5 meter dan dikaitkan dengan bambu lainnya selebar 2 meter. Kami akan warnai bambu ini dengan pernis atau cat senada dengan warna asli bambu sehingga tetap nampak alami," ujar M Aswan, Kabid Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkot Surabaya, Minggu (25/2/2018).

Menurut Aswan, tidak semua jogging track akan dibangun lorong bambu. Nantinya akan ditentukan lagi titik titik mana yang perlu dibangun lagi lorong bambu ini.

Ini merupakan trial yang masih akan dievaluasi lagi. Bila keberadaan lorong bambu ini dianggap menarik maka akan dibangun lagi di bagian lainnya sepanjang jogging track hutan mangrove.

Untuk lorong bambu tahap pertama ini direncanakan selesai minggu depan. Para pekerja saat ini telah merampungkan sambungan bambu bambu tersebut. Hanya tinggal pengecatan saja.

"Selanjutnya akan kami evaluasi lagi. Bisa jadi lorong bambu akan dibangun lagi di kawasan jogging track lainnya," ujarnya.

Ekowisata mangrove yang rencananya akan dikembangkan menjadi kebun raya ini memang terus berbenah. Masyarakat juga makin mengenal hutan mangrove ini sebagai sarana wisata dan edukasi lingkungan.

"Jumlah pengunjung hutan mangrove makin lama makin banyak. Apalagi pada hari libur. Seperti akhir tahun lalu ada sekitar 8.000 pengunjung di sini," tambah Aswan.

Bahkan pengunjung mangrove ini tak hanya sekedar berwisata menghirup udara segar pantai. Ada juga yang ingin mengabadikan kawasan mangrove untuk foto prewed menjelang pernikahan. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com