Walikota : Teknologi Informasi Harus Dibarengi Keamanan Data PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 08 Maret 2018 15:56

Surabayakita.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri seminar data focus cyber security dan forensik yang diadakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya bekerjasama dengan Universitas Narotama dan negara Kroasia, Kamis (8/3/3018).

Dalam acara tersebut, turut hadir Iswachyu Dhaniarti selaku Rektor Universitas Narotama, Drazen Margareta Duta Besar Kroasia di Indonesia, Goran Oparnica selaku CEO Insig2 dan Esther George dari Rep.from IAP.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa teknologi informasi harus diimbangi dengan keamanan data. Sebab, Wali Kota Risma menilai, sebagian besar pencipta software hanya memikirkan cara membuatnya tetapi lupa cara mengamankan data.

“Kalau sudah berbicara teknologi, mulai sekarang kita harus peduli dengan pengamanan data-data yang ada,” kata Wali Kota Risma di convention hall Gedung siola lantai IV.  

Berbicara soal kepeduliaan, Wali Kota Risma, menginginkan seluruh masyarakat dirasa perlu mengetahui ilmu tentang pengamanan data. “Kalau tidak belajar pengamanannya, nanti akun-akun media sosial akan dibobol kemudian terjerat masalah hukum,” ungkapnya.  

Disampaikan Wali Kota Risma, proteksi yang paling diutamakan saat ini adalah pengamanan data administrasi dan sistem transaksi. Transaksi, kata Risma, tidak hanya uang, tetapi pengurusan administrasi seperti akta kematian dan kelahiran.

“Dulu saya pernah menjadi saksi karena ada oknum yang menggunakan data orang meninggal untuk membobol bank,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Antiek Sugiharti menjelaskan goal dari acara ini baik di tingkat pemkot maupun instansi lainnya adalah melindungi data, informasi dan membangun sistem dengan baik. “Kami berharap ilmu maupun sharing pengalaman terkait cyber security dan forensik bermanfaat bagi pemkot, pihak swasta dan warga surabaya,” ujar Antiek.

Dijelaskan Antiek, forensik yang dimaksud adalah ketika suatu perusahaan mengalami permasalahan, maka terdapat ahli yang mampu menganalisa secara detail. “Kalau manusia ada dokter forensiknya, sama halnya di dunia IT ada forensiknya,” terang Antiek.(SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com