Komisi D Sidak Liponsos, Minta Itwilkot Lakukan Investigasi PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 20 Maret 2018 22:07

Surabayakita.com - Inspektorat Wilayah Kota Surabaya didesak untuk melakukan investigasi terkait tindak kekerasan terhadap Wahyu Afandi (24 th) warga Rejosari Benowo ketika 'diliponsoskan' beberapa waktu lalu. Petugas yang lalai diminta untuk diberi sanksi.


Komisi D DPRD Surabaya, Selasa (20/3/2018) pagi melakukan sidak ke Liponsos Keputih Sukolilo. Para wakil rakyat itu mendatangi lokasi pasca terjadinya kekerasan yang dialami Wahyu Afandi tempo hari.

Mahasiswa Teknik Eelektro Ubhara Surabaya itu 'dipaksa' masuk ke Liponsos kala itu dan mendapat kekerasan fisik hingga babak belur dan harus menjalani perawatan di rumah sakit Mitra Keluarga.

Kejadian ini membuat masyarakat mengelus dada tanda prihatin. Menyikapi kejadian ini, komisi D melakukan sidak dan hearing di Liponsos. Kepala Dinas Sosial, Supomo, yang membawahi Liponsos tak bisa hadir. Selain staf Dinas Sosial kedatangan komisi D diterima oleh Sugianto Kepala UPT Liponsos.

Baca lagi : Aduh Kasihan, Dimasukkan Paksa ke Liponsos, Wahyu Afandi Menderita Lebam dan Memar

 

"Kami lakukan rapat klarifikasi terkait tindak kekerasan yang terjadi beberapa hari lalu yang menimpa Wahyu. Komisi ingin tahu permasalahan yang ada sehingga muncul kejadian itu," ujar politisi PKS, Reni Astuti.

Reni meminta kejadian yang cukup memilukan itu harus dievaluasi Pemkot Surabaya. Agar di kemudian hari masalah ini tidak terulang lagi. "Kami minta Inspektorat turun melakukan  investigasi di lapangan. Ini untuk memastikan apakah ada SOP yang dilanggar. Bila ditemukan pelanggaran harus ada sanksi," ujar Reni.

Selain itu, Reni meminta agar CCTV yang dulu pernah ada di pasang di tempat rawan terjadi pelanggaran dipasang kembali. Sebab dulu sempat ada, namun kamera pengintai itu sekarang sudah berpindah tempat.

Hal yang sama disampaikan ketua komisi D Agustin Poliana. Politisi PDIP ini mengatakan sampai ada tindak kekerasan seperti itu karena ada keteledoran petugas jaga.

Liponsos harus lebih ketat melakukan pengawasan. Meski bukan petugas Liponsos yang melakukan tindak kekerasan namun penjagaan harus lebih diperketat. Tujuannya tak ada kasus serupa di kemudian hari.

"Selama ini jumlah petugas dengan penghuni tidak imbang, tidak ideal. Mestinya 1 penjaga dengan 10 penghuni, lha ini tidak, karena penghuninya cukup banyak. Petugas jaganya juga harus ada yang PNS  jangan hanya outsourching saja," katanya.

Jumlah petugas berstatus outsouching saat ini sebanyak 108 orang, sedangkan yang dijaga ternyata luar biasa banyaknya sampai 1.800 orang. Para penghuni tak hanya anjal tapi juga orang stres, gepeng, psk dan pmks lainnya.

 

Wakil ketua DPRD Surabaya Aden Dharmawan minta agar semua calon penghuni baru di Liponsos harus diteliti dan dicheck dengan cermat. Tujuanya agar tidak ada lagi orang yang sebenarnya sehat kemudian masuk Liponsos jadinya malah sakit.

"Kalau ada yang mencurigakan seperti linglung, kebingungan dan tanda mencurigakan lainnya agar diperiksakan dulu ke puskesmas atau dokter jaga Liponsos. Kasihan kalau kemudian ada warga yang ditangkap ehh...ternyata keliru," ujar politisi Gerindra ini. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com