Sentra Kuliner Pegirikan/Ampel Sepi 'Mamring', Kenapa? PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Jumat, 13 Juli 2018 09:59

Surabayakita.com - Sentra Kuliner Pegirikan/Ampel yang dibangun Pemkot Surabaya kini dikeluhkan sepi pengunjung oleh pedagang yang berjualan di tempat tersebut. Akibatnya banyak stan/lapak kosong karena ditinggal pemiliknya, hanya tersisa rombong rombong yang tertutup terpal.

Kondisi sepi pengunjung ini hampir setiap hari terjadi. Meski Sentra Kuliner Ampel itu dibangun berada di space yang cukup strategis, yakni di depan pintu terminal bus/mobil pengunjung yang akan berziarah di Makam Sunan Ampel.

Pemkot Surabaya membangun Sentra Kuliner Ampel ini sejak sekitar 2012 silam. Dibangun di atas saluran di tengah Jl Nyamplungan/Jl Pegirikan yang dicor semen, diberi pagar dan kanopi. Berukuran luas sekitar 8 x 100 meter.

Awalnya pembangunan tempat ini untuk menampung para PKL yang meluber di dua sisi jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Selain itu juga dimaksudkan sebagai tempat kuliner bagi para peziarah yang datang dari luar kota.

Awalnya tempat ini memang cukup ramai pengunjung dan cukup menjanjikan untuk berdagang makanan, minuman dan pernak pernik keperluan para peziarah. Namun saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Sangat sepi.

"Sudah tiga tahun saya berjualan di sini. Sepi mas, ini aja sejak pagi belum ada yang beli di sini," ujar Sunarti salah satu pedagang minuman yang ditemui Surabayakita.com belum lama ini.

Perempuan warga Sidotopo ini di rombongnya nampak berjualan minuman teh, kopi, mie goreng dan lainnya. Sementara di samping kiri dan belakang rombongnya nampak lapak lapak lainnya yang tutup.

Di sisi bagian utara kondisinya juga serupa, sepi. Di beberapa lapak berjualan sandal, tas dan aneka keperluan lainnya ini juga tidak nampak ada pengunjung yang mampir.

Lantas apa penyebab Sentra Kuliner Ampel ini sepi pengunjung? Anggota komisi B DPRD Surabaya Achmad Zakaria memberikan saran agar Dinas Koperasi dan Kecamatan sering membuat kegiatan untuk meramaikan Sentra Kuliner Pegirikan.

"Harus sering melakukan kegiatan di situ, misalnya lomba atau apa sehingga para peziarah juga bisa melihat atau mengikutinya sambil kuliner. Kalau perlu OPD juga mengagendakan kegiatan makan siang atau rapat di situ. Dinas Koperasi juga harus melakukan pembinaan terkait barang dagangan yang dijual di situ," ujar politisi PKS ini.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya Widodo Suryantoro belum bisa diwawancarai. Sedangkan Camat Semampir Hj. Siti Hindun Robba Humaidiyah mengatakan terus melakukan pembinaan kepada para PKL, termasuk yang ada di Sentra Kuliner Pegirikan.

"Membuat kegiatan di Sentra Kuliner sudah berkali kali kami lakukan, mulai kegiatan membuat kue sampai mendatangkan musik gambus ke tempat itu sudah pernah kita lakukan. Tiap hari kami melakukan penertiban PKL. Memang saatnya semua PKL didata ulang," ujarnya.

Dari pengamatan di lapangan, para peziarah yang turun dari bus di tempat parkir bus Kawasan Wisata Religi Ampel terus mengalir. Hanya saja mereka tidak keluar dari pintu depan tempat parkir yang menghadap Sentra Kuliner Ampel. Mereka keluar melalui gang terminal yang ada di sisi selatan tempat parkir bus.

Dari gang ini para rombongan peziarah lantas menyeberang jalan dan jembatan terus lurus masuk ke gang menuju ke masjid atau makam. Demikian juga setelah balik dari ziarah, para pengunjung ada juga yang melewati trotoar di bibir saluran, tetapi tidak masuk ke dalam Sentra Kuliner.

Bila kondisi seperti ini dibiarkan terus, dikhawatirkan proyek yang didanai APBD Pemkot Surabaya ini  tidak sejalan dengan target yang dicanangkan sebelumnya. Karenanya perlu segera dilakukan revitalisasi atau paling tidak, ada maintenance dan evaluasi rutin oleh OPD terkait masalah ini. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com