Polisi Air Polda Jatim Bantu Evakuasi Imigran Afghanistan PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Sabtu, 08 Mei 2010 06:44

Jajaran Direktorat Polisi Air (Dipolair) Polda Jawa Timur akan mengirimkan personel untuk membantu proses evakuasi terhadap 108 imigran gelap asal Afghanistan dan Iran. Hal ini dilakukan untuk membantu para imigran gelap yang terdampar di perairan kawasan Sumberwaru, Banyuputih, Situbondo.

Direktur Ditpolair Polda Jatim, Kombes Pol Anang S Hidayat saat ditemui di kantornya, Jumat (7/5) mengatakan, setelah berhasil dievakuasi para imigran ini selanjutnya akan diserahkan kepada Satgas Penanggulangan Imigrasi Gelap Direskrim Polda Jatim untuk dilakukan pemrosesan lebih lanjut.

“Kita telah melakukan MoU seluruh imigran gelap akan diproses dulu disatgas kemudian baru diserahkan ke kantor imigrasi untuk dilalakukan proses deportasi,” ujarnya

Karena diserahkan ke Satgas, para imigran yang saat ini terdampar di Situbondo, tambah Anang, selanjutnya akan langsung dibawa ke Surabaya untuk diproses di Polda Jatim dan selanjutnya akan diserahkan ke kantor imigrasi Tanjung Perak atau kantor imigrasi Bangil.

Imigran yang saat ini terdampar adalah bagian dari ratusan imigran yang pada Senin (2/5) berhasil ditangkap oleh Ditpolair dikawasan Pasir Putih Situbondo. Saat itu, sebanyak 75 imigran ditangkap ketika berlayar menggunakan Kapal Layar Motor Lessa Jambu II disekitar perairan Pasir Putih Situbondo.

Kasi Gakkum Ditpolair Polda Jatim, Kompol Hendri Fiuser mengatakan, untuk mengejar para sindikat imigran gelap pihaknya akan bekerjasama dengan pihak terjaik untuk membongkar para jaringan imigran gelap, karena ini merupakan kejahatan yang masuk dalam katagori trans national crime (kejahatan antar bangsa, red).

Sebelumnya, Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) berhasil mengamankan 108 imigran gelap warga Afghanistan di perairan Lempuyang Situbondo, sekitar 7 mil dari pantai, dan 74 imigran asal Afghanistan dan Iran  di Pantai Pasir Putih, Situbondo, Minggu  pagi.

Sementara dari hasil penyelidikan sementara, para imigran ini sebenarnya masuk ke Indonesia secara resmi dengan visa kunjungan wisata. Di Indonesia, mereka biasanya berkumpul di kawasan Puncak Bogor Jawa Barat, untuk selanjutnya melakukan perjalanan darat ke daerah tertentu untuk mencari persewaan kapal yang mau mengantarkan mereka ke Australia.

Kepala Rumah Deteni Imigrasi (Rudenim) Tanjung Perak, Djarot Sutrisno mengatakan, begitu mendapat pelimpahan kasus imigran ini dari Polairud, pihaknya langsung membawanya ke Rudenin di Bangil, Pasuruan. dan  imigran Rudemin perak, untuk ditampung sementara, karena di Rudenim Tanjung Perak tidak mencukupi kapasitasnya.

Untuk menguak jaringan tersebut, pihaknya terus berkoordinasi intens dengan jajaran terkait, termasuk kepolisian hingga TNI. Upaya tersebut sebagai bentuk kerjasama menuntaskan kasus keimigrasian yang belakangan ini marak di Jatim. (red)


 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com