Pospenas, Jatim Incar Emas Qasidah PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 27 Mei 2010 04:28

Pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni pondok Pesantren Nasional (Pospenas) yang diadakan di Surabaya dan Sidoarjo, tim Qosidah Provinsi Jawa Timur menargetkan medali emas.

Selama empat kali penyelengaraan, Pospenas Jatim belum pernah mendapatkan emas. “Selama ini untuk Qosidah didominasi oleh Jawa Barat dan Banten,“ kata Menajer Seni, Dra Mariatun MM di sekretariat Pospenas Dispora Jatim, Rabu (26/5).

Penyelengaraan Pospenas yang akan dilaksanakan pada 5-11Juni, tim Qosidah Jatim dipersiapkan sejak tiga bulan lalu. Setelah mendapatkan pelatihan, tim yang terdiri dari 17 putra dan 17 putri ini melakukan pelatihan di Kantor Wilayah Kementerian Agama, mulai 24-25 Mei.

Dari hasil pelatihan ini, ia optimistis Jatim dapat keluar sebagai juara qosidah yang selama ini didominasi Jabar dan Banten. Menurutnya, Provinsi Jabar dan Banten selalu mempersiapkan tim Qosidah dua tahun lebih awal, untuk mengikuti Pospenas. Sedang kan untuk Jatim sifatnya incidental.

Sebagai tuan rumah, Jatim tidak ingin lepas dari target yang ingin dicapai, yakni juara umum. Untuk qosidah ada tiga lomba yang diperlombakan, yakni kategori rebana, alternatif, dan santri idol. Peserta untuk rebana berjumlah 11 orang, dan satu untuk idol. Sedangkan untuk alternatif pesertanya merupakan peserta rebana, namun mendapatkan tambahan lima orang sehingga menjadi 16 orang.

Rebana alternatif ini merupakan perpaduan musik rebana dengan tambahan alat musik yang lain, seperti gitar, piano, dan gitar. “Alternatif juga bisa menampilkan musik khas daerahnya,” kata Perempuan yang menjadi Menejer Seni Pospenas sejak Pospenas ke-2 ini.

Rencananya pada 14 Juni mendatang Tim Qosidah akan melakukan pemusatan latihan lagi di Kanwil. Selain itu untuk tim pidato, puisi, fragmen juga akan melakukan pelatihan di IAIN Sunan Ampel Surabaya pada minggu kedua Juni mendatang. Ini dilakukan untuk mematangkan persiapan Pospenas.

Selain persiapan peserta, Kanwil juga mengadakan persiapan pembentukan kelompok gambus santri. Kelompok yang terdiri dari sepuluh orang ini dipersiapkan untuk mengiringi santri idol.
Ia menilai, penampilan tim kelompok gambus sudah mencapai 90 persen kesempurnaan. Tim ini sudah siap untuk digunakan mengiringi santri idol tingkat nasional. Tim ini terdiri santri di Jatim, namun didominasi oleh Surabaya dan Sidoarjo.

Kepala Seksi Pemberdayaan Santri Pendidikan Pondok Pesantren (Pakapontren) Kanwil Kemenag Prov Jatim, Sutarno Qosidah merupakan salah satu cabang seni yang akan diperlombakan pada Pospenas yang dilakukan di Surabaya dan Sidoarjo.

Ada 11 kesenian yang akan ditampilkan dalam Pospenas, seperti pidato tiga bahasa Arab, Indonesia, dan Inggris, puisi, kaligrafi, dan teater. Sedangkan, untuk teater merupakan cabang baru yang akan diperlombakan di, sebelumnya belum pernah diperlombakan baik ditingkat Pospesda maupun Pospenas.

Ada dua janis qosidah yang diperlombakan, yakni single dan beregu, baik putra dan putri. Peserta putra dan putri masing-masing berjumlah 16 peserta. Mereka sebelumnya mendapatkan pelatihan di daerah. Untuk itu Kanwil ingin melihat hasil pelatihan yang selama ini dilaksanakan.

Untuk peserta putra dari Tulunggagung, dan untuk putri dari Amanatun Umah Surabaya. Hasil penampilan ini dinilainya cukup, namun  perlu peningkatan untuk mendapatkan hasil yang maksimal (red)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com