Angkasa Pura Perketat Keamanan Juanda PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 07 Juni 2010 20:24

Menyusul maraknya upaya penyelundupan narkoba, Manajemen Angkasa Pura I (AP I) saat ini ekstrawaspada dan memperketat pengamanan di terminal internasional Bandara Juanda.
General Manager PT AP I, Trikora Harjo di Surabaya, Senin (7/6) mengatakan, ada anggapan pengamanan di terminal Juanda dianggap lemah, padahal pengamanan yang diterapkan di Juanda cukup ketat.

Namun, dengan sistem keamanan yang ketat, pengunjung bisa terganggu. “Semua itu merupakan bentuk pelayanan dan penerapan standar keamanan. Kami mohon dimaklumi, sebab sistem pengamanan di Juanda tidak bisa diremehkan,” ujarnya.

Untuk itu, manajemen AP I mulai menambah personel keamanan gabungan dari bea dan cukai, TNI-AL, dan Satgas Bandara Juanda. Penambahan sekuriti tersebut dilakukan untuk mempersempit gerak masuknya barang-barang terlarang.

“Sekuriti bertugas di pintu masuk area penerbangan dan pintu keluar terminal internasional. Di pintu masuk, pemeriksaan diutamakan untuk tas jinjing. Kemudian, sebelum keluar dari terminal internasional, pemeriksaan difokuskan pada tas bagasi,” katanya.

Tidak itu saja, pada pemeriksaan selanjutnya, sedikitnya ada 20 personel petugas yang dikerahkan. Sebagian petugas menggunakan seragam TNI-AL serta bea dan cukai, Sedangkan yang lain memakai baju sipil.

“Mereka menyebar sambil memantau gerak-gerik pengunjung yang mencurigakan. Sistem pengamanan itu dilengkapi kamera CCTV yang tersebar di beberapa titik di Bandara Juanda,” paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dua alat detektor disiapkan untuk memaksimalkan pengamanan. Mesin X-ray disiapkan mendeteksi barang bawaan dan ion scanner memeriksa serbuk methamphetamine. Pengamanan itu merupakan standar yang harus diterapkan. “Tidak ada pengecualian sama sekali. Siapa pun harus diperiksa,” katanya.

Agar lebih maksimal lagi, pihaknya juga mengerahkan anjing pelacak di kawasan terminal. Anjing tersebut dilatih untuk mendeteksi tas pengunjung yang mencurigakan. ''Anjing akan berkeliling di sekitar terminal. Tas yang mencurigakan akan dihampiri. Selanjutnya, petugas memeriksa tas tersebut,'' jelasnya.

Munculnya tiga kasus percobaan penyelundupan narkoba merupakan indikasi bahwa Juanda dianggap lemah dalam pengamanan. Padahal, tidak sama sekali. Jika selama ini tidak ada yang terungkap, itu tidak berarti mereka lolos. “Barang apapun tidak bisa lolos dari alat yang kami miliki,'' ungkapnya (red)  

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com