Perda Belum Tuntas, Minimarket Tak Berizin Makin Banyak PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Rabu, 20 Maret 2013 00:00

Penataan Mini Market Bodong Kota Kian Tak Jelas

Semangat menertibkan minimarket tanpa izin alias bodong hanya awalnya saja. Kini penataan toko waralaba tersebut tak terdengar lagi.

Padahal agresivitas pertumbuhan minimarket itu kian hari kian tak terbendung. Di banyak perkampungan muncul  minimarket baru meskipun di tempat itu sudah banyak toko rumah tangga milik warga yang terlebih dahulu ada.

Akibatnya usaha milik warga pun jadi seret. Mereka terdesak dengan masuknya mini market modern itu. Hal ini cukup disesalkan Komisi A DPRD Surabaya.

Munculnya minimarket baru ini adalah bukti ketidaktegasan Pemkot Surabaya. Sebab jika pengawasan ketat dilakukan di tingkat kelurahan maka pembangunan minimarket itu bisa dicegah sejak dini.

Yang terjadi sekarang, para pebisnis waralaba minimarket ini saling berlomba waktu untuk mendirikan bangunan. Padahal mestinya mereka tak bisa membangun jika tanpa disertai Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Buktinya, saat ini di Surabaya ada sebanyak 1.035 minimarket yang berada di semua wilayah. Hanya saja dari jumlah itu yang berizin hanya 30 minimarket saja. Ini sungguh ironis, karena sisanya bodong.

Kondisi ini memang menjadikan pebisnis waralaba leluasa memainkan perannya. Sebab Pemkot Surabaya saat ini masih mencari acuan untuk payung dalam pengendalian pertumbuhan minimarket.

Sampai sejauh ini Pemkot Surabaya masih menggarap raperda penataan minimarket. Draft raperda ini masih dibahas untuk menggantikan perda No.1/2011 tentang Izin Usaha Toko Modern  (IUTM).

Erick Reginal Tahalele, anggota komisi A DPRD Surabaya menyatakan jika keberadaan perda penataan minimarket ini sudah waktunya dimiliki Surabaya. Sebab jika tidak kondisi yang ada sekarang ini bisa lebih runyam.

"Saya melihat jumlah minimarket ini terus bertambah. Sementara belum ada perda yang dijadikan acuan untuk penertibannya. Ini mendesak untuk diperhatikan Pemkot Surabaya,"kata politisi dari Partai Golkar ini.

Menanggapi hal ini  Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Pemkot Agus Imam Son Haji menyatakan selama setahun ini masih 30 minimarket yang mengajukan IMB. "Dengan jumlah itu maka bisa dipastikan banyak minimarket yang tak ber IMB," katanya.

Pemkot Surabaya juga melakukan tindakan tegas dengan menutup minimarket bodong. Satpol PP bahkan sudah menutup 20 minimarket tak berizin. Masih banyak minimarket yang beroperasi tanpa dilengkapi izin Pemkot Surabaya. (red)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com