Ketua RT RW Sememi Benowo Mundur Massal PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 12 Februari 2015 19:45

Surabayakita.com - Ketua RW dan ketua RT  di  Kelurahan Sememi Kecamatan Benowo ramai-ramai mengundurkan diri. Aksi mereka ini dipicu sikap arogan Camat Benowo dan Lurah Sememi. Adapun yang sudah mengundurkan diri adalah Ketua RT 1, RT 5 serta Ketua RW VII Kelurahan Sememi.


Camat Benowo Tommi dan Lurah Sememi Mustofa dianggap melecehkan pengurus RW dan RT dengan membuka paksa portal Perumahan Griya Cipta Asri di Sememi.

"Kita sebagai pengurus merasa dilecehkan, camat dan lurah mengambil keputusan sendiri meski belum ada mufakat," kata Taufik Rochman, Ketua RW VII, kamis  pagi (12/2/2015).

Karena kecewa, Taufik langsung menyerahkan stempel RW VII kepada Sekretaris Kelurahan Sememi Hendri. "Saya mundur. Buat apa kalau camat dan lurah berjalan seenaknya sendiri," kata Taufik.

Awalnya  warga RW VII Bandarejo Sememi menutup akses perumahan menuju kampungnya. Warga perumahan yang terdiri dari 7 RT pun gerah dan akhirnya ikut menutup akses. Kedua pihak pun saling memasang gembok di portalnya pada November 2014.

Warga Bandarejo meminta kompensasi. Dari Rp 10 Juta kemudian minta Rp 5 Juta. Namun warga perumahan menolak. Tak berselang lama, warga Bandarejo mendadak meminta portal dibuka semua.

"Kita siap membuka, asal orang yang bikin masalah itu meminta maaf. Mereka yang awalnya menutup kok, warga perumahan disalahkan," kata Taufik.

Persoalan yang meruncing itu kemudian berusaha diselesaikan di kecamatan. Perundingan digelar dihadiri dua belah pihak. Pertemuan pertama, tidak ada kesepakatan karena warga Bandarejo yang meminta portal kembali dibuka juga menuntut pelebaran jalan akses. Deadlock!.

Pertemuan kedua pada Jumat pekan lalu, berusaha digelar. Tapi dari 7 RT di RW VII hanya hadir 3 RT. "Saya tidak bisa datang karena undangannya mendadak. Dan di pertemuan itu diputuskan portal harus dibuka semua oleh kecamatan," katanya.

Yang membuat Taufik marah adalah surat keputusan pembukaan dari kecamatan belum diterima, namun portal telah dibuka paksa pada Rabu pagi.

"Setelah dibuka paksa baru ada surat. Ini camat dan aparatnya tidak punya etika. Bu Wali (Tri Rismaharini) harus tahu gaya pejabat anak buahnya yang arogan. Insya Allah semua RT di bawah saya akan mengikuti mundur," tegas Taufik yang telah 3 periode dipilih warga menjabat ketua RW ini.

Ia menambahkan berdasarkan informasi dari warga yg mengikuti rapat di kelurahan menyatakan bahwa pembukaan  portal itu atas perintah camat. " Jadi portal dibuka paksa dulu, baru musyawarah. Kalau benar ini omongan  camat, kasihan walikota yg selalu dekat dengan rakyat,"katanya.

Taufik mengatakan pihaknya sudah menyerahkan stempel RW dan dikuti oleh RT 1, rabu kemarin." Ketua RT yg akan menyerahkan stempel sebagai simbol mengundurkan diri, dalam waktu dekat ini ke pak lurah" tegasnya.   (SK1)

 

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com