Mahasiswi Yang Sukses Menjadi Pengusaha Muda PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 12 Mei 2015 15:23

Surabayakita.com - Tidak banyak orang yang mendukung saat dara berusia 23 tahun ini memulai bisnisnya. Justru sebaliknya tentangan datang silih berganti. Tapi siapa sangka jalan berliku yang ditempuhnya kini bisa berbuah hasil nan sukses.

Itulah sepenggal cerita nyata yang tersimpan rapi di memori Aninda Cynthia Budianti. Kenapa banyak yang menentang bisnis yang dirintis gadis kelahiran Surabaya 10 April 1992 ini ? Hal ini karena Ninda, panggilan akrabnya, memulai usahanya itu ketika baru berusia 19 tahun atau ketika semester awal duduk di bangku kuliah.

"Dulu awalnya saya sering denger orang bilang, kuliah  kok sambil jualan baju. Sekarang saya bisa membuktikan jika meski hanya jualan baju, saya sekarang bisa menggaji orang," kata owner Ninda Boutique, salah satu supplier online shop di surabaya yang memiliki 5 karyawan ini.

Putri pertama pasangan Budiono dan Wiyanti ini saat itu memang baru tercatat sebagai mahasiswi jurusan manajemen di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Tentu ada kekhawatiran termasuk bagi kedua orang tuanya, bisnis sampingan yang dijalankan Ninda bisa menganggu proses belajarnya di bangku kuliah.

Namun selang 4 tahun berlalu, gadis yang aktif pada kegiatan kegiatan sosial termasuk karang taruna di kampungnya, kelurahan Mojo ini, bisa melaluinnya dengan sukses. Sebab dari bisnis online shopnya, Ninda kini punya merk sendiri, ENBE. Semangat dan kerja kerasnya yang tak kenal waktu juga mencatat sukses dalam arti materi. Sebab meski masih single dan berusia muda, Ninda sudah bisa membeli sebuah rumah dan mobil dari usahanya yang kini beromzet Rp200 juta perbulan itu.

"Dulu awalnya memang hanya coba coba tapi kemudian diniati jadi bisnis. Alhamdulillah sekarang sudah mandiri. Sekarang saya bisa menikmati hasil keringat sendiri," ujar alumus SMAN 3 Surabaya ini bangga.

Untuk bisnis yang mengandalkan kepercayaan dari para customernya seperti online shop ini, Ninda awalnya harus mengantar sendiri order bajunya. Bahkan kala itu sampai wilayah Gresik pun Ninda harus mengantarnya sendiri meskipun jumlahnya hanya 1 potong. Kini untuk layanan antar itu sudah dihandle oleh anak buahnya yang siap mengantar pesanan bajunya kapan saja.

Ninda fokus untuk menjual pakaian remaja, baik atasan maupun bawahan. Karena segmen inilah yang memang memiliki pangsa pasar cukup bagus. Semua koleksi baju yang ditawarkan online shop milik Ninda ini bisa dilihat di www.nindaboutique.com

Kini meskipun mengelola bisnisnya, Ninda tetap aktif di kegiatan kampung layaknya anak anak muda lainnya. Selain di karang taruna, Ninda juga akan menyelenggarakan lomba mewarnai untuk anak anak TK dan Paud tingkat kelurahan.

"Untuk Jumat besok saya akan melakukan pemaparan terkait lomba Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang digelar oleh Diskominfo Surabaya. Saya mewakili KIM Joda (Jojoran Kalidami) dan ini sudah masuk semifinal. Mohon doanya supaya KIM Joda masuk final," kata gadis yang awalnya bercita cita jadi pramugari ini.(son)


 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com