PTPN XI Gandeng Unej Kembangkan Varietas Tebu Bio Teknologi Print
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 01 Juli 2010 07:52

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI bekerjasama dengan Universitas Negeri Jember (Unej) sedang mengembangkan varietas tebu yang khusus ditanam di lahan kering. Namun, saat ini varietas itu belum dikomersialkan karena masih menunggu sertifikasi dari Badan Litbang Kementerian Pertanian.

Dosen Fakultas Pertanian Unej, Bambang Sugiharto dalam Sosialisasi Bioteknologi di Hotel Bumi Surabaya, Rabu (30/6/2010) mengatakan, varietas tebu tersebut merupakan hasil penemuan dengan memanfaatkan bio teknologi.

Secara konvesional, bioteknologi diartikan sebagai pemanfaatan mikro organisme untuk menghasilkan produk yang bermanfaat. Varietas tebu ini dikembangkan melalui teknik isolasi mikroba dengan memperbaiki sifat organisme pada DNA tanaman tebu yang memiliki produktivitas unggul, kemudian disesuaikan dengan tanaman tebu di lahan kering.

Dari total 72,572 hektare luas lahan tebu yang dimiliki PTPN XI, sekitar 29.049 hektare atau 40% nya merupakan luasan lahan tegalan atau lahan kering. Dengan potensi tersebut, tebu ini memiliki peluang bagus untuk meningkatkan produksi.

Secara kajian ilmiah, tebu varietas ini cukup aman untuk dikonsumsi baik dalam bentuk minuman sari tebu, maupun untuk gula tanpa terlalu banyak campuran bahan kimia. Tebu ini dapat diarahkan untuk pengembangan bahan bakar bio etanol, pakan ternak, serta tidak toxic/beracun dan alergi pada hewan.

Sebelum dilepas oleh kementerian pertanian, saat ini tebu telah diujicobakan dengan dikembangkannya pada lahan pabrik gula Jatiroto. Tebu ini adalah pertama kali memanfaatkan kajian bio teknologi.

Bio teknologi merupakan inovasi teknologi untuk memecahkan kekurangan pangan. Pengembangan bioteknologi dapat meningkatkan produksi tanaman beserta kualitas dan nilai nutrisi makanan. Ini juga sejalan dan mendukung pelestarian lingkungan melalui sistem intensifikasi pertanian.

Peneliti Balitbang Kementerian Pertanian, Herman mengatakan, varietas tebu ini akan dilepas akhir tahun oleh pemerintah dan selanjutnya diperjualbelikan secara umum di pasaran karena telah melalui uji aman konsumsi dan amah lingkungan.

Jika pengembangan tebu di Jawa Timur saat ini hanya terspesifikasi pada beberapa daerah, khususnya di Pulau Jawa, maka  nantinya bisa dikembangkan di pulau Madura yang kini areal pertaniannya cukup minim terhadap pengembangan komoditas tebu.

Selain itu, ini juga sebagai tanaman alternatif di saat tembakau yang kini produksinya kurang bagus akibat musim kemarau basah. Varietas tebu ini juga cukup baik mengatasi kekurangan air irigasi karena tidak terlalu banyak membutuhkan air (red)